Bersama tim dari Departemen Ilmu Komunikasi UGM, PR2Media yang diawakili oleh Engelbertus Wendratama menerima hibah riset dari WhatsApp dalam program WhatsApp Misinformation and Social Science Research Awards.

Riset kolaborasi berjudul “WhatsApp Group and Digital Literacy Among Indonesian Women” itu akan meneliti bagaimana perempuan Indonesia menavigasi misinformasi dalam keseharian mereka menggunakan WhatsApp (terutama grup WhatsApp) dan memetakan kecakapan literasi digital mereka.

Survei pertama di Indonesia dalam skala besar terhadap pemakaian WhatsApp ini akan dilakukan di lima kota (Jakarta, Yogyakarta, Makassar, Banda Aceh, Jayapura) dan melibatkan 1.250 perempuan secara total sebagai responden.

Principal investigator riset ini, Novi Kurnia dari Universitas Gadjah Mada, mengatakan bahwa saat ini perempuan Indonesia sedang mengalami transisi dari semata peran tradisional menjadi peran yang lebih aktif dalam kehidupan publik dan WhatsApp menjadi bagian tak terpisahkan dalam dinamika ini.

“Kami akan berfokus pada grup WhatsApp, karena di sinilah sebagian besar misinformasi berasal. Observasi kami menunjukkan, perempuan cenderung lebih banyak memiliki grup WhatsApp dibanding laki-laki karena perempuan lebih aktif dalam kehidupan domestik dan pendidikan anak-anaknya, dibanding laki-laki yang cenderung hanya berfokus pada sektor publik. Riset kami berniat memetakan kebiasaan itu, sekaligus kacakapan literasi digital mereka,” kata Novi Kurnia.

Sementara itu, Engelbertus Wendratama mengatakan bahwa sebagai lembaga riset, PR2Media ingin selalu memberikan gambaran dan rekomendasi terkini terkait media di era digital. “Internet telah mengubah lanskap media dan perilaku warga di Indonesia secara drastis. Untuk itu, PR2Media berupaya mematakan berbagai kesempatan dan tantangan yang dibawa teknologi digital, dalam hal ini WhatsApp, bagi demokratisasi di Indonesia,” katanya.